Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

قال شيخ الإسلام ابن تيمية-رحمه الله-: 

◆•✿•◆فَإِنَّ حَقِيقَةَ التَّوْحِيدِ أَنْ نَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ،
فَلَا يُدْعَى إِلَّا هُوَ، 
وَلَا يُخْشَى إِلَّا هُوَ، 
وَلَا يُتَّقَى إِلَّا هُوَ ، 
وَلَا يُتَوَكَّلُ إِلَّا عَلَيْهِ، 
وَلَا يَكُونُ الدِّينُ إِلَّا لَهُ، لَا لِأَحَدٍ مِنَ الْخَلْقِ، 
وَأَنْ لَا نَتَّخِذَ الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا،
فَكَيْفَ بِالْأَئِمَّةِ وَالشُّيُوخِ وَالْعُلَمَاءِ وَالْمُلُوكِ وَغَيْرِهِمْ؟!!!◆•✿•◆

[منهاج السنة النبوية في نقض كلام الشيعة القدرية 3/490].



Read More..

Jumat, 17 Mei 2013

Catatan pulang pengajian

Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat : وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا 
Yang artinya: “Dan janganlah kamu menukar ayat-ayatku dengan harga yang rendah.” (Al Baqarah:41). Beliau membawakan pendapat para imam tentang makna ayat tersebut dan beliau juga menjelaskan maknanya dengan pendapat berikut:
وفي سنن أبي داود عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يرح رائحة الجنة يوم القيامة وأما تعليم العلم بأجرة ، فإن كان قد تعين عليه فلا يجوز أن يأخذ عليه أجرة ، ويجوز أن يتناول من بيت المال ما يقوم به حاله وعياله ، فإن لم يحصل له منه شيء وقطعه التعليم عن التكسب ، فهو كما لم يتعين عليه ، وإذا لم يتعين عليه ، فإنه يجوز أن يأخذ عليه أجرة عند مالك والشافعي وأحمد وجمهور العلماء ، كما في صحيح البخاري عن أبي سعيد في قصة اللديغ : إن أحق ما أخذتم عليه أجرا كتاب الله وقوله في قصة المخطوبة : زوجتكها بما معك من القرآن فأما حديث عبادة بن الصامت ، أنه علم رجلا من أهل الصفة شيئا من القرآن فأهدى له قوسا ، فسأل عنه رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : إن أحببت أن تطوق بقوس من نار فاقبله فتركه ، رواه أبو داود وروي مثله عن أبي بن كعب مرفوعا ، فإن صح إسناده فهو محمول عند كثير من العلماء منهم : أبو عمر بن عبد البر على أنه لما علمه الله لم يجز بعد هذا أن يعتاض عن ثواب الله بذلك القوس ، فأما إذا كان من أول الأمر على التعليم بالأجرة فإنه يصح كما في حديث اللديغ وحديث سهل في المخطوبة ، والله أعلم .
Read More..

Rabu, 01 Mei 2013

Tafsir Surat Al Qadr
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

Allah Ta’ala mengkhabarkan bahwa Dia menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadr. Malam Lailatul Qadr adalah malam yang penuh berkah sebagaimana Allah Azza wa Jalla      berfirman:  إنا أنزلناه في ليلة مباركة "Kami telah menurunkan Al-Qur'an ini pada malam yang penuh berkah."  (Ad Dukhan:3), dan malam itu adalah malam yang penuh kemuliaan dan malam Lailatul Qadr ada pada bulan Ramadhan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآنBulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an.” (Al Baqarah:185)
Read More..

Selasa, 30 April 2013

oleh Ustadz Fuad Al Hazimi

Diriwayatkan bahwa seorang pendeta Bani Israil pernah bermunajat kepada Allah seraya berkata : 

يا رب ! كم أعصيك ولا تعاقبني ؟

“Ya Allah betapa banyak aku telah bermaksiat kepada-Mu namun Engkau tidak sedikit pun menimpakan balasan atas diriku”.

Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi yang diutus saat itu :

كم أعاقبك وأنت لا تدري ، أليس قد حرمتك حلاوة مناجاتي ؟

“Katakan kepadanya : “Betapa besarnya balasan yang telah Aku timpakan kepadamu, sedangkan engkau tidak menyadarinya. Bukankah Aku telah mengharamkan bagimu manisnya beribadah kepada-Ku, sehingga engkau tak pernah lagi merasakan nikmatnya bermunajat kepada-Ku”.

(Hilyatul Auliya’ : Al Hafidz Abu Nuaim Al Ishfahani Juz 10 halaman 168)

Read More..

Minggu, 02 September 2012


...لا تكن بين الناس قديس

... و في خلواتك ابليس

Jangan kamu menjadi orang yang seolah-olah Suci ketika ditengah-tengah manusia....

Akan tetapi, tatkala kesendirianmu. Engkau tak ubahnya seperti Iblis...

Saudaraku fillah, menjadi pribadi yang dianggap sebagai pribadi yang baik, sholeh dan taat beragama ketika dihadapan manusia banyak begitu mudah. Kita tinggal menampakkan amal kebaikan kita dan mengeksposenya dengan indah, maka manusiapun akan menganggap kita sebagai orang yang sholeh. Namun, apakah kita tetap bisa istiqomah dan menjaga amaliyyah kebaikan kita dengan baik tatkala kita sendirian. Apakah kita bisa tidak bermaksiat kepada Rabb Semesta Alam tatkala tak seorang pun menyaksikan kita? Apakah kita memiliki rasa malu yang sama dalam bermaksiat sewaktu sedang sendirian, sebagaimana rasa malu kita ketika kita berbuat salah dan dilihat oleh teman kita?

Read More..

Senin, 20 Agustus 2012

سنن العيد الثابتة مختصرة
Panduan ringkas Sunnah-sunnah pada hari raya 'Ied

1) التكبير يوم العيد ابتداء من دخول ليلة العيد وانتهاءً بصلا‌ة العيد قال الله تعالى (ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون)
Bertakbir pada hari Ied dimulai dari masuknya malam 'Ied dan berakhir pada saat pelaksanaan sholat Ied.

.2) الا‌غتسال لصلا‌ة العيد ولبس أحسن الثياب والتطيب
Mandi terlebih dahulu sebe
lum melaksanakan sholat 'Ied, dan memakai pakaian yang terbaik dan parfum (untuk lelaki ya mas).

3) أ‌كل تمرات قبل الخروج من المنزل لصلا‌ة العيد، ويجعلهن وترا.
Makan Tamr (kurma) sebelum keluar dari rumah untuk sholat 'Ied dengan bilangan ganjil.

4) الجهر في التكبير في الذهاب إلى صلا‌ة العيد
Menjahrkan (mengeraskan) takbir, ketika pergi melaksanakan sholat 'Ied
Read More..

Sabtu, 04 Agustus 2012


الأفضل للمرأة الصَّلاة في بيتها

الشيخ: محمد بن صالح العثيمين -رحمه الله-
السؤال:


أيُّهما أفضل للمرأة أن تُصلِّي في ليالي رمضان في بيتها أم في المسجد، وخصوصًا إذا كان فيه مواعظ وتذكير؟ وما توجيهك للنِّساء اللاتي يُصلِّين في المساجِد؟
الجواب:

الأفضل أن تُصلِّي في بيتِها؛ لعموم قول النِّبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم: ((وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ))[1]، ولأنَّ خروج النِّساء لا يَسلَم مِن فتنة في كثير من الأحيان، فكون المرأة تبقى في بيتها خيرٌ لها

مِن أنْ تخرج للصَّلاة في المسجد، والمواعظ والحديث يمكن أن تحصل عليها بواسطة الشَّريط.

وتوجيهي للاتي يُصلِّين في المسجد أنْ يخرجنَ مِن بيوتهنَّ غير متبرِّجاتٍ بزِينة ولا مُتطيِّبات.
Read More..

Senin, 23 Juli 2012


Muslimahzone.com - Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.
Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.
Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.
“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.
Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”
“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru”
“Baik permainan kedua,” Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.
Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.
Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.
“Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”
“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan.”
“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum pulang…”
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
***
Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam. Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:
“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.”(QS. At Taubah :32).
Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.
Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…?
-Note From Brother Asep Juju-
(anna/muslimazone.com)
Read More..

Selasa, 15 April 2008

22 PTS BERKUALITAS VERSI DEPDIKNAS

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional
Belum lama ini merilis daftar 50 perguruan tingggi yang menjanjikan, atau 50 Promising Indonesian Universities. Dari daftar itu, ada 28 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 22 pergeruan tinggi swasta (PTS).
Daftar tanpa peringkat itu menyisakan sejumlah tanda tanya. Karena sejumlah perguruan tinggi ternama tak masuk(lihat tabel). Tapi, Direktur Kelembagaan di Ditjen Dikti, Prof.Dr.Supeno Djanali M.Sc. Ph.D., mengatakan daftar tersebut punbya standar jelas.”Jadi semua yang masuk dalam daftar itu adalah perguruan tinggi berkualitas, baik PTN maupun PTS,” kata Djanali kepada Repubika, pekan lalu.
Sebenarnya, kata Djanali, Dikti hendak membuat 100 perguruan tinggi yang menjanjikan. Tapi, dari 138 perguruan tinggi yang semula sudah melakukan kontak, hanya 78 yang mendaftar. ”Jadi, untuk tahun 2006, akhirnya kita menyeleksi dari 78 itu saja,”katanya.
Tapi, suatu saat, Djanali mengatakan Dikti akan melakukan pemeringkatan. Sebab, salah satu tujuan pembuatan daftar itu untuk menstimulus PTN dan PTS meningkatkan kualitas. Agar kualitas itu bisa ikut mendongkrak posisi perguruan tinggi Indonesia di kancah global. ”Ini kan menyangkut daya saing bangsa,” katanya.
Saat ini, Indonesia memiliki 2.843 pergeruan tinggi. Tapi, yang terdeteksi di radar global tak banyak. Dari 520 perguruan tinggi top dunia – berdasarkan World University Ranking-The Times Higher yang diluncurkan akhir 2006 lalu- UI hanya berada diperingkat 250, ITB 258, UGM 270, dan Undip 258.
Read More..
Dibawah ini merupakan nama-nama Universitas terbaik di Indonesia baik PTS maupun PTN :

1. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
2. Universitas Airlangga
3. Politeknik Manufaktur Bandung
4. Politeknik Negeri Bandung
5. Universitas Universitas Bina Nusantara
6. Institut Pertanian Bogor
7. Universitas Diponegoro
8. Universitas Gajah Mada
9. Institut Seni Indonesia, Yogyakarta
10. Institut Seni Indonesia, Denpasar
11. Institut Seni Indonesia, Surakarta
12. Institut Teknologi Bandung
13. Institut Teknologi Sepuluh November
14. Institut Kesenian Jakarta
15. Universitas Jember
16. Universitas Jenderal Soedirman
17. Universitas Merdeka Malang
18. Universitas Muhammadiyah Malang
19. Universitas Muhammadiyah Surakarta
20. Politeknik Negeri Padang
21. Universitas Negeri Padang
22. Universitas Padjajaran
23. Universitas Palangkaraya
24. Universitas Pancasila
25. Universitas Pasundan
26. Universitas Pelita Harapan
27. Universitas Sebelas Maret
28. Universitas Sriwijaya
29. Universitas Negeri Malang
30. Universitas Negeri Medan
31. Sekolah Bisnis dan Ilmu Komputer Supra
32. Universitas Tadulako
33. STT Telkom
34. Universitas Udayana
35. Universitas 17 Agustus 1945
36. Universitas Bengkulu
37. Universitas Indonesia
38. Universitas Mataram
39. Universitas Surabaya
40. Universitas Widyagama Malang
41. Universitas Negeri Yogyakarta
42...
43...
44...
45...
Sisanya merupakan Universitas Kristen yang tidak saya sebutkan.

Download Soal Ujian Akhir Sekolah

Read More..